Friday 28 January 2011

Zeus (Jupiter)



Zeus (bahasa Yunani: Ζεύς atau Dias Δίας), adalah nama seorang dewa Yunani kuno. Dewa ini juga dikenal di Roma kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.

Dikisahkan bahwa Dewa Zeus berhasil menggulingkan kekuasaan para Titan melalui suatu perang besar, Titanomachy, selama 10 tahun. Lalu Dewa Zeus menguasai tahta kerajaan Olympus dan memimpin para dewa-dewi. Dari tahtanya di Gunung Olympia, Zeus mengatur para dewa-dewi dan manusia dan menjaga alam semesta agar tetap tertib dan adil. 

Ia juga digambarkan sebagai sesosok pria berwibawa dengan jenggot putih dan selalu terlihat kokoh. Ia memiliki senjata petir ditangannya, senjata yang paling ditakuti di bumi dan di kahyangan. Ia sering digambarkan dengan sebuah tongkat kerajaan, elang pada bahunya dan tongkat petir di tangannya. Tongkat petir yang dimiliki Zeus, konon adalah senjata terkuat, sehingga membuatnya ditakuti para dewa lain dan manusia. Zeus konon sering melemparkan tongkat petirnya kepada mereka yang sering melanggar sumpah.

Meskipun dianggap sebagai pria bijaksana, Dewa Zeus ini, dikisahkan sebagai dewa yang tidak baik tindak-tanduknya, suami yang tidak setia, suka mengejar-ngejar para dewi-dewi karena kekuasaannya, meninggalkan kecurangan, kesedihan, serta kekerasan di masa lampau.

Zeus Bercumbu dengan Hera
Ia menikah dengan adik perempuannya, Hera, yang menjadi Dewi Penikahan. Dewa Zeus membagi dunia menjadi tiga, yaitu dunia langit, dunia laut, serta dunia kematian.  Kemudian dia membaginya dengan kedua saudaranya. Poseidon menjadi Dewa Penguasa Lautan, dan Hades yang menjadi Dewa Penguasa Alam Kematian, yang terletak dibawah tanah atau didalam perut bumi, sedangkan ia sendiri menjadi dewa penguasa langit. Zeus juga dikenal sebagai dewa iklim dan cuaca, dewa hujan.

Saat Troya genting, dewa-dewa lain memilih pahlawannya diantara prajurit-prajurit Olympus, tapi Zeus menolah berpihak. Ia menggunakan timbangan emasnya untuk menyeimbangkan takdir pahlawan-pahlawanTroya.

Kisah Cinta Zeus

Sebagai dewa langit, Zeus memiliki akses yang mudah pada para perempuan cantik di seluruh dunia dan dia memang memanfaatkan hal itu. Selain itu, kekuasaannya sebagai dewa tertinggi menjadikannya sukar untuk ditolak perempuan. Sebelum menikah dengan Hera, Zeus telah terlebih dahulu menikahi Metis, Themis, dan Mnemosine. Zeus juga berhubungan dengan Leto, tidak lama setelah menikah dengan Hera. Beberapa perempuan yang pernah ditiduri oleh Zeus setelah menikah dengan Hera di antaranya adalah sebagai berikut: Europa, Io, Semele, Ganimede, Kallisto, Leto, dan Aigina.

Europa

Europa adalah putri raja Agenor di Sidon. Benua Eropa dinamai dari namanya.
Suatu hari Europa bersama teman-teman wanitanya berkumpul dan memetik bunga bersama. Zeus melihat kumpulan wanita ini dan langsung jatuh cinta pada Europa, karena Europa adalah perempuan tercantik di antara mereka. Zeus lalu menyamar sebagai banteng putih yang indah dan menghampiri mereka. Banteng samaran Zeus sangat indah dan bahkan beraroma bunga, sehingga Europa dan teman-temannya langsung mendekatinya, mereka mengelus-elusnya.

Tiba-tiba banteng itu berbaring di hadapan Europa. Europa menunggangi punggung banteng itu dan banteng itu pun langsung membawa pergi Europa. Banteng itu pergi ka pantai dan berenang menyeberangi lautan sambil membawa Europa di punggungnya. Mereka bahkan diikuti oleh Poseidon, Triton dengan terompetnya, dan para Nereid yang menunggangi lumba-lumba. Rombongan itu membawa Europa semakin lama semakin jauh dari tempat asalnya. Europa menyadari bahwa banteng itu pastilah dewa dan Europa pun mulai ketakutan. Europa lalu memohon kemurahan hati sang dewa. Zeus lalu berbicara kepada Europa dan menyatakan bahwa dia mencintainya. Zeus juga meminta Europa untuk tidak merasa takut.

Zeus membawa Europa ke Kreta. Di sana, Europa oleh Zeus dijadikan sebagai ratu Kreta. Europa berhubungan dengan Zeus dan melahirkan Minos, Rhadamanthis, dan Sarpedon.
Sementara Zeus mencitrakan ulang banteng samarannya di angkasa, sehingga jadilah rasi bintang Taurus.

Io

Io adalah seorang pendeta Hera di Argos. Zeus jatuh cinta pada Io dan menidurinya. Untuk mencegah Hera mengetahui apa yang terjadi, Zeus menutupi dunia dengan awan hitam tebal. Namun Hera malah menjadi curiga, dia lalu turun dari Gunung Olimpus dan menghilangkan awan tersebut. Menyadari apa yang dilakukan Hera, Zeus berpikir cepat dan mengubah wujud Io yang asalnya seorang gadis cantik, menjadi seekor sapi putih. Ketika awannya sudah hilang, Hera melihat Zeus berdiri di samping seekor sapi putih. Zeus kemudian bersumpah bahwa ia belum pernah melihat sapi itu sebelumnya, dan bahwa sapi itu keluar begitu saja dari dalam bumi. Mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Hera meminta sapi itu sebagai hadiah. Dan Zeus pun memberikan sapi itu pada Hera.

Hera kemudian menyuruh Argus Panoptes, raksasa bermata seratus, untuk menjaga sapi itu. Untuk mendapatkan Io kembali, Zeus mengutus Hermes. Hermes menyamar sebagai seorang gembala dan membuat Argus tertidur dengan musik dan ceritanya. Setelah Argus tertidur, Hermes pun membunuhnya. Hera merasa sangat sedih dengan kematian Argus. Sebagai kenang-kenangan, Hera mengambil semua mata Argus dan memasangnya pada ekor burung kesayangannya, merak.

Hera kemudian memaksa Io mengembara di bumi tanpa istirahat. Io melintasi jalan antara Propontis dan Laut Hitam, yang kemudian dinamai Bosporus (lintasan sapi), di sana ia bertemu Prometheus. Prometheus dirantai di Gunung Kaukasus oleh Zeus, karena mengajar manusia cara membuat api dan menipu Zeus. Setiap hari, seekor elang raksasa datang dan memakan hati Prometheus. Meskipun sedang menderita, Prometheus menghibur Io dengan memberitahu, bahwa Io akan kembali menjadi manusia dan keturunannya akan menjadi pahlawan terhebat, Herakles (Herkules). Io kemudian menyeberangi Laut Ionia. Di Mesir, Dia diubah kembali menjadi manusia oleh Zeus. Di sana juga, ia melahirkan putra Zeus, Epafos, dan seorang anak perempuan, Kiroessa. Dia kemudian menikah dengan Telegonus, raja Mesir. Cucu mereka, Danaos, nantinya akan kembali ke Yunani.

Semele

Semele adalah seorang putri di kerajaan Thebes dan merupakan anak dari Kdmos dan Harmonia. Dia juga adalah pendeta wanita di kuil Zeus.

Dalam satu kesempatan, Zeus mengamati Semele, ketika Semele sedang menyembelih seekor banteng di altar Zeus dan kemudian berenang di sungai Asopus untuk membersihkan tubuhnya dari darah. Melihat kemolekan tubuh Semele, Zeus jatuh cinta padanya dan berulang kali meniduri Semele. Zeus selalu mengunjungi Semele di malam hari dan dalam wujud yang tak terlihat. Semele merasa senang menjadi kekasih dari seorang dewa, walaupun dia tidak tahu dewa yang mana.

Istri Zeus, Hera, mengetahui perselingkuhan suaminya ketika Semele sedang hamil. Hera kemudian menyamar sebagai perempuan tua dan mengunjungi Semele, Hera meyakinkan Semele untuk melihat wujud asli kekasihnya, agar Semele tahu siapa sebenarnya kekasihnya. Ketika Zeus datang lagi padanya, Semele memaksanya bersumpah untuk memberikannya satu permintaan. Maka Zeus pun pergi ke sungai Stix dan bersumpah akan mengabulkan apapun permintaan Semele. Semele kemudian memintanya untuk menunjukkan wujudnya yang sebenarnya. 

Zeus tidak senang mendengarnya, karena Zeus tahu apa yang akan terjadi, Manusia takkan bertahan hidup ketika melihat wujud asli Zeus. Namun Zeus telah bersumpah dan tak punya pilihan. Zeus menampakkan wujud aslinya dan Semele pun terbakar sampai mati. Namun Zeus masih sempat menyelamatkan anak yang dikandung oleh Semele (Dionisos) dan memasukkannya ke dalam pahanya sampai ia siap untuk dilahirkan. Beberapa bulan kemudian, Dionisos lahir. Kelahirannya dari Zeus menjadikannya seorang dewa.

Setelah dewasa, Dionisos pergi ke dunia bawah dan membawa kembali ibunya dari kematian. Semele menjadi dewi di Gunung Olimpus dengan nama baru, Thione.

Ganimede

Selain dengan perempuan, Zeus juga memiliki kekasih lelaki bernama Ganimede. Ganimede adalah pangeran Troya dan merupakan anak dari Tros dan Kallirrhoe. Ganimede memiliki penampilan yang menarik, sehingga Zeus jatuh cinta padanya.

Suatu hari Ganimede sedang menggembalakan ternak di Gunung Ida. Zeus berubah menjadi seekor elang dan membawa Ganimede ke Gunung Olimpus. Di Olimpus, Ganimede dijadikan abadi, selain itu dia juga menjadi kekasih Zeus dan pembawa minum bagi para dewa menggantikan Hebe.

Tros sangat sangat sedih setelah kehilangan Ganimede, oleh karena itu Zeus memberinya dua ekor kuda abadi dan tanaman anggur emas sebagai kompensasinya. Zeus mengirimnya melalui Hermes yang memberitahu Tros bahwa Ganimede telah menjadi abadi dan menjabat posisi yang sangat istimewa sebagai pembawa minum di Olimpus.

Zeus juga mencitrakan Ganimede di angkasa sebagai rasi bintang Aquarius dan salah satu bulan Jupiter yang ditemukan oleh Galileo Galilei dinamai Ganymede.

Kallisto

Kallisto adalah putri raja Likaon di Arkadia. Dia merupakan salah satu teman Artemis dalam berburu. Sebagai teman Artemis, Kallisto telah terikat sumpah kesucian, bahwa dia harus tetap menjadi perawan.
Zeus bernafsu pada Kallistos. Zeus pun mendekati Kallisto dengan menyamar sebaagi Artemis. Setelah Kallisto dekat dengannya, Zeus memperkosanya.

Ketika tahu bahwa Kallisto tak lagi perawan, Artemis marah dan mengusir Kallisto keluar dari rombongannya. Beberapa bulan kemudian Kallisto melahirkan seorang putra bernama Arkas. Hera yang marah karena perselingkuhan suaminya, kemudian mengubah Kallisto menjadi seekor beruang sementara Arkas diambil dan dibesarkan oleh Maia.

Enam belas tahun kemudian, Arkas bertemu seekor beruang yang sebenarnya adalah ibunya. Arkas berniat membunuh beruang itu namun berhasil dihentikan oleh Zeus. Zeus yang merasa kasihan akhirnya menempatkan Kallisto dan Arkas di angkasa sebagai rasi bintang Ursa Mayor (Beruang Besar) dan Ursa Minor (Beruang Kecil).

Namun Hera masih marah pada Kallisto. Hera menyuruh Tethis and Okeanos untuk tidak mengizinkan Kallisto memasuki wilayah mereka, sehingga sampai saat ini Kallisto harus memutari langit utara dan tak pernah terbenam di cakrawala.

Salah satu bulan planet Jupiter juga dinamai Callisto.

Leto

Leto adalah putri dari Titan Koios dan Foibe. Dia adalah salah satu kekasih pertama dan favorit Zeus. Ketika Zeus meikahi Hera, Leto sedang hamil dari hubungannya dengan Zeus. Meskipun Leto dihamili sebelum pernikahan Hera, tetap saja Hera marah pada Leto. Hera pun terus-menerus memberi kesulitan bagi Leto. Pertama-tama Hera mengusir Leto dari Olimpus. Hera lalu melarang bumi menerima persalinan Leto, sehingga Leto kesulitan mencari tempat untuk melahirkan.

Akhirnya pulau Delos mau menerima Leto untuk melahirkan di sana. Tetapi Hera menahan Eileithyia, dewi kelahiran, dari Leto. Untungnya Iris mengambil kembali Eileithyia hingga Leto bisa melahirkan Artemis. Artemis lalu membantu ibunya melahirkan Apollo.

Hera yang masih marah kemudian mengirim naga Pithon untuk membunuh Leto. Apollo yang baru lahir berhasil membunuh Pithon dan melindungi ibunya. Tidak berhenti sampai di situ, Hera mengirim raksasa Titios untuk memperkosa Leto. Titios akhirnya dibinasakan oleh Apollo dan Artemis.

Aigina

Aigina adalah anak perempuan dari dewa sungai Asopus. Aigina adalah seorang perempuan yang cantik sampai Zeus pun jatuh cinta padanya. Zeus berubah menjadi elang dan membawa Aigina ke pulau Oinoni. Di sana, Zeus memperkosa Aginia. Dari hubungan itu lahirlah Aiakos. Asopus mencoba mengejar putrinya ke pulau Oinoni, namun Zeus mengusirnya dengan petir.

Aigina dan putranya lalu tinggal di pulau itu. Setelah dewasa, Aiakos menajdi raja di sana dan mengganti nama pulau itu menjadi pulau Aigina, sesuai nama ibunya

Hera, yang marah atas perselingkuhan itu, akhirnya memutuskan utnuk menghukum mereka. Hera mengirim wabah ke pulau Aigina, sehingga semua penduduknya, termasuk hewan-hewan, mati. Sementara Aiakos dan ibunya selamat karena dilindungi oleh Zeus.

Aiakos dan ibunya tentu tak bisa hidup berdua saja di sana. Mereka melihat semut-semut tidak terkena dampak wabah, maka mereka pun berdoa pada Zeus, dan Zeus mengubah semut-semut di sana menjadi para Mirmidon.

No comments:

Post a Comment